Banner
jardiknas
Login Member
Username:
Password :
Jajak Pendapat
Bermanfaatkah Website sekolah bagi anda
Ragu-ragu
Tidak
Ya
  Lihat
Bagaimana menurut Anda tentang tampilan website ini ?
Bagus
Cukup
Kurang
  Lihat
Statistik
Visitors : 181934 visitors
Hits : 704 hits
Today : 96 users
Online : 2 users
:: Kontak Admin ::

leonypazoacun.djepren
Agenda
17 February 2020
M
S
S
R
K
J
S
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
1
2
3
4
5
6
7

Inilah 5 Perbedaan Mondok dengan Kuliah

Tanggal : 24-05-2016 11:09, dibaca 9550 kali.

1. Guru pondok tanpa gaji tetap ngajar cari Ridho Allah dan ridho kyai.

Dosen akhlak dan tasawwuf mengajar bab zuhud tapi kalau gak digaji gak bakal berangkat. Trus ikhlasnya di mana?

2. Kyai setiap sholat malam mendoakan santri, santrinya setiap ngaji kirim fatihah ke kyai.

Guru sekolah gak pernah nirakati murid, muridnya juga gak pernah membacakan fatehah untuk guru. Terus barokah dari mana.

3. Guru pondok punya kyai, kyainya punya kyai, kyainya kyai punya guru sampai sambung dengan Rosulullah Saw.

Dosen tafsir di kampus ada yang nasrani, Bahkan banyak profesor yang hafidz Quran di Harvard Univ agamanya Yahudi.
Jadi kuliah tafsir sanadnya bisa sampai ke dosen yahudi.

4. Kyai di pondok tidak hanya mengajar kitab, tapi beliau adalah gambaran dari isi kitab itu. Santri bisa meniru akhlak kyai, zuhud, sabar dan wara’nya kyai.

Sekolah dan kuliah itu gurunya cuma ngajar. Bahan materinya bisa copy paste dari google atau buku.

Lah yang nulis di internet dan di buku itu belum tentu orang sholih. Belum tentu rajin bangun malam.

5. Belajar di pondok tidak banyak kecampuran maksiat. Santri putra kelasnya dipisah dengan santri putri. Kalau pun jadi satu pasti dipisah tabir.

Lah di kampus belajar mata kuliah tasawwuf pas bab khouf tapi campur aduk laki perempuan. Ngetik makalah bab khouf dan roja sambil chatingan sama pacar. Ilmu itu nur (cahaya) sedangkan maksiat itu dhulm (gelap)
Cahaya tidak akan bisa dicampur dengan kegelapan.

Sitir an Maqolah KH Marzuki , Malang di acara Haul Pondok Langitan

Ditulis oleh : Fahmi As-Seghaf



Pengirim :
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas